WEDA, HALMAHERA TENGAH — Upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) untuk mendorong pengusulan Warisan Geologi atau Geo Heritage Halmahera Tengah memasuki tahapan penting. Setelah melalui serangkaian koordinasi dan konsultasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Bandung, proses pengusulan tersebut kini kembali ditindaklanjuti melalui kegiatan verifikasi lapangan.
Langkah ini menjadi perkembangan penting dalam upaya mengidentifikasi, mengkaji, dan mengembangkan berbagai potensi geologi yang terdapat di wilayah Halmahera Tengah. Keberadaan sejumlah situs dengan karakteristik geologi yang memiliki nilai tertentu menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan alam dan daya tarik pariwisata daerah.
Proses pengusulan Geo Heritage Halmahera Tengah sebelumnya sempat menghadapi kendala akibat kebijakan efisiensi yang diberlakukan pada lembaga pemerintahan pusat. Kondisi tersebut menyebabkan tahapan pengusulan tidak dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Namun, Disparekraf Halmahera Tengah terus melakukan komunikasi dan koordinasi agar proses tersebut dapat kembali dilanjutkan. Kurang lebih tiga kali koordinasi dan konsultasi dilakukan dengan Badan Geologi Kementerian ESDM di Bandung untuk membahas keberlanjutan usulan Warisan Geologi Halmahera Tengah.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Selasa, 15 September 2026, Tim Verifikasi Lapangan dari Badan Geologi Kementerian ESDM RI tiba di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Kedatangan tim tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi terhadap sejumlah titik yang sebelumnya telah diusulkan sebagai situs Geo Heritage Halmahera Tengah.
Tindak lanjut kedatangan tim verifikasi tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang dilakukan bersama Ricky Nusah, S.ST.Par., Sekretaris Disparekraf Halmahera Tengah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengusulan Warisan Geologi dapat kembali berjalan setelah sebelumnya mengalami hambatan.
Kehadiran Tim Verifikasi Lapangan dari Badan Geologi Kementerian ESDM juga menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan penilaian dan kajian langsung terhadap sejumlah lokasi yang masuk dalam daftar usulan.
Sebelum kegiatan verifikasi lapangan dimulai, dilakukan briefing singkat pada malam hari untuk membahas rencana pelaksanaan kegiatan, termasuk persiapan penelusuran sejumlah titik yang menjadi bagian dari usulan Warisan Geologi Halmahera Tengah.
Selanjutnya, pada Rabu, 16 September 2026, Tim Verifikasi Lapangan mulai melakukan pengecekan terhadap beberapa titik yang berada di wilayah Kota Weda. Dalam kegiatan tersebut, tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM didampingi oleh Sekretaris Disparekraf serta Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparekraf Halmahera Tengah.

Pengecekan lapangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan secara bertahap. Tim verifikasi akan melakukan penelusuran terhadap sejumlah lokasi yang menjadi situs usulan Warisan Geologi di wilayah Halmahera Tengah.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, rangkaian penelusuran dan verifikasi diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 20 hari. Lamanya proses tersebut berkaitan dengan banyaknya titik yang perlu dikunjungi dan diperiksa sebagai bagian dari proses verifikasi lapangan.
Verifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai karakteristik, kondisi, serta potensi dari masing-masing situs yang diusulkan. Hasil penelusuran lapangan nantinya menjadi bagian penting dalam proses evaluasi terhadap usulan Geo Heritage Halmahera Tengah.
Kadisparekraf Sampaikan Dukungan
Dukungan terhadap proses pengusulan Warisan Geologi Halmahera Tengah juga disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Halmahera Tengah, M. Subhan Somola, S.H.
Pada Kamis malam, M. Subhan Somola menyempatkan diri bertemu dan menerima Tim Verifikasi Lapangan dari Badan Geologi Kementerian ESDM RI yang berada di Weda dalam rangka pelaksanaan verifikasi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Disparekraf menyampaikan harapan serta dukungan pemerintah daerah terhadap proses pengusulan Geo Heritage Halmahera Tengah. Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung proses kajian dan verifikasi yang sedang dilakukan.
Pengusulan Warisan Geologi tidak hanya berkaitan dengan aspek geologi semata. Jika nantinya sejumlah situs di Halmahera Tengah memenuhi ketentuan dan mendapatkan pengakuan sesuai mekanisme yang berlaku, keberadaan Geo Heritage dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan potensi wisata berbasis alam, edukasi, konservasi, dan ilmu pengetahuan.
Bagi Halmahera Tengah, potensi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkaya daya tarik destinasi wisata daerah. Pengembangan situs geologi juga dapat diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan dan kelestarian lingkungan.
Karena itu, proses verifikasi yang saat ini dilakukan Badan Geologi Kementerian ESDM menjadi tahapan yang penting. Tim tidak hanya melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik lokasi, tetapi juga menelusuri berbagai informasi yang berkaitan dengan situs-situs yang diusulkan.
Dorong Potensi Pariwisata Berbasis Geologi
Disparekraf Halmahera Tengah melihat pengusulan Geo Heritage Halmahera Tengah sebagai bagian dari upaya untuk menggali dan mengembangkan potensi daerah secara lebih luas. Potensi geologi yang dimiliki suatu wilayah dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus daya tarik wisata apabila dikelola secara tepat.
Konsep tersebut sejalan dengan pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan aspek edukasi, konservasi, dan keberlanjutan.
Dengan berlangsungnya verifikasi lapangan selama kurang lebih 20 hari, pemerintah daerah berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar. Hasil dari proses tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap usulan Warisan Geologi Halmahera Tengah.
Kehadiran Tim Verifikasi Badan Geologi Kementerian ESDM di Weda juga menjadi momentum bagi seluruh pihak terkait untuk bersama-sama memperkenalkan potensi geologi Halmahera Tengah. Pemerintah daerah melalui Disparekraf berkomitmen untuk terus mendukung proses tersebut melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Dengan demikian, perjalanan menuju pengakuan Geo Heritage Halmahera Tengah kini kembali memasuki tahapan verifikasi. Setelah sebelumnya sempat terkendala oleh kebijakan efisiensi di tingkat pemerintah pusat, proses tersebut kini dapat dilanjutkan melalui penelusuran langsung di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berharap seluruh proses verifikasi dapat menghasilkan kajian yang objektif terhadap situs-situs yang diusulkan. Selanjutnya, hasil tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan potensi Warisan Geologi Halmahera Tengah sebagai bagian dari kekayaan daerah dan potensi pariwisata berbasis geologi di Maluku Utara.