FGD Warisan Geologi Halmahera Tengah Hasilkan 7 Poin Rekomendasi Strategis

WEDA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang hasil inventarisasi keragaman geologi sebagai usulan Warisan Geologi Halmahera Tengah. Dari forum ini, lahir tujuh poin rekomendasi strategis untuk pengembangan geowisata dan wisata pendidikan berkelanjutan.

Pembukaan dan Harapan Pemda

FGD dibuka oleh Asisten II Aser Tidore yang mewakili Pj. Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji. Dalam sambutannya, Aser menegaskan bahwa Halmahera Tengah memiliki banyak potensi pariwisata termasuk keragaman geologi, namun belum terkelola dengan baik.

“Dengan adanya usulan warisan geologi ini, kita berharap lahir wisata berbasis pendidikan dan geologi yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelas Aser.

Dukungan Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Salmun Saha, menyampaikan bahwa usulan warisan geologi merupakan konsen Bupati Ikram Malan Sangadji.

“Setelah FGD ini, kami akan melengkapi dokumen pendukung agar segera diusulkan. Masukan dari forum ini menjadi catatan penting bagi penyusunan dokumen warisan geologi,” ujar Salmun.

Tujuh Poin Rekomendasi FGD

Hasil FGD menyepakati tujuh rekomendasi utama sebagai langkah tindak lanjut:

  1. Pengusulan 33 Situs Geologi di Kecamatan Weda, Weda Tengah, dan Weda Utara sebagai Warisan Geologi Halmahera Tengah.
  2. Integrasi 33 situs tersebut dalam pembahasan lintas sektor (linsek) dokumen RTRW Kabupaten Halmahera Tengah.
  3. Pengembangan situs geologi dengan memperhatikan aspek edukasi, konservasi, dan ekonomi sebagai destinasi wisata.
  4. Penyusunan Road Map Pengembangan Geowisata Halmahera Tengah oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
  5. Pemetaan keragaman geologi di kawasan Patani dan Pulau Gebe untuk diusulkan sebagai bagian Warisan Geologi Halmahera Tengah.
  6. Delineasi kawasan karst dan DAS Sagea sebagai salah satu situs prioritas warisan geologi bersama stakeholder terkait.
  7. Tindak lanjut usulan warisan geologi sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

FGD ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan komunitas, antara lain Asisten I Husain Ali, Asisten III Ridwan Muhammad, Staf Ahli Ahmad Hi. Bayan, Sekretaris Bappelitbangda Yunus Ahmad, Ketua IAGI Maluku Utara Abdul Kadir D. Arif, para camat, serta komunitas lokal. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya menjadikan Halmahera Tengah sebagai daerah dengan potensi geoheritage dan geowisata berkelanjutan.

Dengan adanya tujuh rekomendasi ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk mengembangkan warisan geologi menjadi destinasi edukatif, konservatif, dan bernilai ekonomi. Upaya ini juga menjadi bagian dari roadmap menuju pengakuan resmi Warisan Geologi dan pengembangan Geopark Halmahera Tengah.

FGD Warisan Geologi Halmahera Tengah Hasilkan 7 Poin Rekomendasi Strategis
Scroll to top