Transformasi Digital! Dinas Pariwisata Halmahera Tengah Tingkatkan Efisiensi Lewat Bimtek Srikandi 2026

WEDA, HALMAHERA TENGAH – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di lingkup pemerintahan daerah, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Tengah mengambil langkah progresif dan strategis. Tepat pada Kamis, 29 Januari 2026, instansi ini secara resmi menggelar Bimtek Srikandi secara Internal yang bertujuan untuk mentransformasi tata kelola persuratan Dinas dari sistem manual berbasis kertas menjadi ekosistem digital yang terintegrasi, guna mewujudkan birokrasi yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Melalui Bimtek Srikandi ini, para aparatur diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja melalui penggunaan tanda tangan elektronik dan pengarsipan otomatis yang aman, sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) demi pelayanan publik yang lebih responsif dan ramah lingkungan.

Langkah strategis ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat tuntutan zaman yang menuntut kecepatan dan ketepatan di segala lini. Di tengah dinamika era digital, pengelolaan birokrasi yang lambat dan berbasis kertas sudah saatnya ditinggalkan karena tidak lagi relevan dengan kebutuhan pelayanan publik saat ini. Melalui pelaksanaan Bimtek Srikandi ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Halmahera Tengah secara tegas menunjukkan komitmennya untuk merombak pola kerja lama menuju sistem yang jauh lebih modern.

Fokus utama dari kegiatan Bimtek Srikandi tersebut adalah menciptakan tata kelola persuratan yang tidak hanya lebih cepat, tetapi juga transparan dan akuntabel di lingkungan pemerintahan. Dengan mengintegrasikan teknologi kearsipan digital, setiap naskah dinas kini dapat dikelola secara sistematis, sehingga meminimalisir risiko kehilangan data dan mempercepat alur koordinasi antarbidang. Inovasi ini menjadi fondasi penting bagi Disparekraf Halmahera Tengah dalam mewujudkan birokrasi yang efisien dan responsif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Membekali Aparatur dengan Teknologi Mutakhir

Agenda utama dari Bimtek Srikandi yang berlangsung di kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini adalah untuk membekali seluruh aparatur pemerintah dengan kemampuan teknis yang mumpuni. Fokus utamanya adalah pada pengelolaan arsip serta tata kelola persuratan dinamis secara elektronik.

Aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) merupakan instrumen penting dalam mewujudkan Electronic Government (E-Government). Dengan penguasaan alat ini, setiap proses administrasi, mulai dari pembuatan naskah dinas, pengiriman surat, hingga pengarsipan, kini dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui ujung jari.

Menghadirkan Narasumber: Pak Andi Ismail Akbar, S.Kom.,MT sebagai Pemateri Utama

Untuk memastikan materi terserap dengan sempurna. Bimtek Internal ini menghadirkan Pak Ismail sebagai pemateri utama juga selaku Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Halmahera Tengah. Beliau dikenal sebagai praktisi yang memiliki pemahaman mendalam mengenai arsitektur sistem Srikandi dan manajemen kearsipan digital.

Dalam sesi penyampaiannya, Pak Ismail menekankan bahwa perubahan dari sistem manual ke digital bukan hanya soal teknis, melainkan soal perubahan budaya kerja.

“Kita tidak hanya memindahkan surat dari kertas ke layar, tapi kita membangun sistem yang terintegrasi untuk memudahkan koordinasi antar lembaga secara nasional,” ujar Pak Ismail di hadapan para staf.

Antusiasme Staf: Menuju Birokrasi Kelas Dunia

Kegiatan Bimtek Srikandi diikuti dengan antusias oleh jajaran staf Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Tengah. Para peserta secara langsung mempraktikkan cara mengoperasikan aplikasi, mulai dari penggunaan tanda tangan elektronik hingga manajemen log kearsipan yang lebih rapi.

Dampak positif yang diharapkan dari Bimtek Internal ini antara lain:

  1. Efisiensi Waktu: Proses surat-menyurat yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini bisa selesai dalam hitungan menit.
  2. Keamanan Data: Arsip digital jauh lebih aman dari risiko kerusakan fisik atau kehilangan.
  3. Ramah Lingkungan: Mengurangi penggunaan kertas (paperless) secara signifikan.
  4. Aksesibilitas: Pejabat berwenang dapat menandatangani naskah dinas di mana saja dan kapan saja.

Kesimpulan: Masa Depan Halmahera Tengah yang Lebih Digital

Melalui Bimtek Srikandi ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Tengah membuktikan bahwa mereka siap menjadi pionir dalam tata kelola pemerintahan yang modern di Maluku Utara. Inovasi ini diharapkan dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah “Fagogoru” ini.

Implementasi sistem digital yang lebih rapi melalui aplikasi Srikandi ini memungkinkan fokus kinerja Dinas kini dialihkan sepenuhnya untuk memajukan potensi wisata Halmahera Tengah yang luar biasa. Dengan terpangkasnya kendala administrasi yang sebelumnya berbelit dan memakan waktu, para aparatur dapat lebih produktif dalam merancang inovasi strategis bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Transformasi ini memastikan bahwa urusan birokrasi tidak lagi menjadi penghambat, melainkan motor penggerak bagi percepatan pembangunan daerah di Halmahera Tengah.

Transformasi Digital! Dinas Pariwisata Halmahera Tengah Tingkatkan Efisiensi Lewat Bimtek Srikandi 2026
Scroll to top